Peserta PKP Dalami Kepemimpinan Berbasis Kinerja dan Inovasi SISTARI

- Penulis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi
Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan 2 Kelompok Genap Tahun 2026 melaksanakan Studi Lapangan (STULA) Kajian Pelayanan Publik.
Foto : Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan 2 Kelompok Genap Tahun 2026 melaksanakan Studi Lapangan (STULA) Kajian Pelayanan Publik. (Ist)

Tangerang Selatan, (infokasus24.co.id) – Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan 2 Kelompok Genap Tahun 2026 melaksanakan Studi Lapangan (STULA) Kajian Pelayanan Publik di Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Tangerang Selatan, pada 7–9 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut didampingi oleh Widyaiswara Pendamping, Drs. Agust Nadeak, M.Si., dan menjadi bagian dari proses pembelajaran peserta untuk melihat secara langsung penerapan kepemimpinan, tata kelola organisasi, inovasi, pengelolaan sumber daya, pemanfaatan teknologi informasi, serta pelayanan publik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Bappelitbangda Kota Tangerang Selatan dipilih sebagai lokasi studi karena memiliki posisi strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Dalam pelaksanaan tugasnya, Bappelitbangda tidak hanya berkaitan dengan penyusunan dokumen perencanaan, tetapi juga mengintegrasikan data, informasi, aspirasi masyarakat, kebijakan pemerintah, penelitian, inovasi, serta koordinasi lintas perangkat daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepemimpinan Berbasis Kinerja

Salah satu praktik yang menjadi perhatian peserta adalah penerapan kepemimpinan berbasis kinerja yang terukur. Perjanjian Kinerja Tahun 2026 Bappelitbangda memuat 4 sasaran dengan 8 indikator kinerja. Target tersebut kemudian diturunkan melalui pohon kinerja dan cascading.

Pimpinan juga menunjukkan komitmen terhadap evaluasi dengan menindaklanjuti seluruh 7 rekomendasi Inspektorat pada LHE AKIP Tahun 2024. Tindak lanjut tersebut antara lain dilakukan melalui penyusunan SOP monitoring dan evaluasi, pengukuran kinerja individu, serta pemanfaatan aplikasi e-SAKIP untuk pengumpulan, pengukuran, dan evaluasi data kinerja.

Komitmen tersebut tercermin pada capaian SAKIP dengan predikat A dan nilai 87,15 pada tahun 2024.

Bagi peserta PKP, praktik tersebut memberikan pembelajaran bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian target, tetapi juga kemampuan membangun sistem pengukuran, melakukan evaluasi, menerima rekomendasi, serta memastikan hasil evaluasi ditindaklanjuti sebagai bagian dari perbaikan organisasi.

Baca Juga:  Gelar FGD, Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

SISTARI sebagai Bagian dari Ekosistem Inovasi

Selain kepemimpinan berbasis kinerja, peserta juga mendalami pengembangan ekosistem riset dan inovasi daerah melalui SISTARI (Sistem Informasi Riset dan Inovasi Daerah).

SISTARI merupakan basis data digital yang menghimpun riset, inovasi, produk hukum, dan panduan. Pengembangannya menjadi bagian dari ekosistem inovasi yang melibatkan KREASI-IN, Teknologi Tepat Guna (TTG), Pemeringkatan Inovasi Perangkat Daerah (PIPD), Innovative Government Award (IGA), dan I2 Expo.

Peserta melihat bahwa instrumen-instrumen tersebut membentuk sebuah siklus, mulai dari pendataan melalui SISTARI, penciptaan inovasi, penilaian, diseminasi, penerapan dan replikasi, hingga pemutakhiran data kembali ke SISTARI.

Pola tersebut memberikan pembelajaran bahwa inovasi tidak cukup berhenti pada kegiatan atau perlombaan, tetapi perlu didokumentasikan, dinilai, disebarluaskan, diterapkan, dan diperbarui secara berkelanjutan.

Pelayanan Publik Berbasis Standar dan Partisipasi

Dari sisi pelayanan publik, Bappelitbangda telah menetapkan Standar Pelayanan melalui Keputusan Kepala Bappelitbangda Nomor 100.3.3/Kep-037/Bappelitbangda/I/2024 tanggal 8 Januari 2024.

Standar tersebut mencakup empat jenis layanan, yaitu Jaring Asmara Perencanaan Pembangunan, Penyelarasan Dokumen Perencanaan Daerah, Fasilitasi Rekomendasi Riset bagi WNA, serta Fasilitasi Pengembangan Inovasi di Daerah.

Salah satu praktik yang mendapat perhatian peserta adalah Jaring Asmara atau Penjaringan Aspirasi Masyarakat. Selain melalui Musrenbang tatap muka, masyarakat dapat menyampaikan usulan secara daring melalui SIPD RI.

Pada tahun 2026, target usulan yang terverifikasi di tingkat kecamatan mencapai 1.000 usulan, meningkat dibandingkan 400 usulan pada tahun 2024. Bappelitbangda juga mengembangkan Musrenbang tematik pada sejumlah isu, antara lain inklusi, stunting, kemiskinan, ekonomi kreatif, kepemudaan, dan pembiayaan non-APBD.

Kolaborasi sebagai Kekuatan Organisasi

Studi lapangan juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Dalam pengembangan inovasi, Bappelitbangda melibatkan perangkat daerah, akademisi, masyarakat, inovator, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga:  Gelar FGD, Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Praktik tersebut menjadi pembelajaran bagi peserta bahwa keterbatasan sumber daya dapat dihadapi melalui penguatan jejaring, pembagian peran, dan kerja kolaboratif.

Pembelajaran yang Diperoleh Peserta

Berdasarkan hasil pengamatan, diskusi, wawancara, dokumentasi, dan analisis kelompok, peserta merumuskan beberapa pembelajaran utama dari praktik Bappelitbangda.

Pertama, target kinerja harus terukur dan diterjemahkan ke dalam sistem kerja organisasi.

Kedua, evaluasi harus ditempatkan sebagai dasar perbaikan, bukan sebagai ancaman bagi organisasi.

Ketiga, inovasi membutuhkan pemeliharaan dan keberlanjutan. Membuat sebuah aplikasi atau inovasi merupakan satu tahap, sementara memastikan inovasi terus digunakan, datanya diperbarui, dan manfaatnya dapat dirasakan merupakan tantangan berikutnya.

Keempat, kolaborasi lebih kuat daripada bekerja sendiri, khususnya ketika organisasi menghadapi keterbatasan sumber daya dan kompleksitas permasalahan pembangunan.

Rekomendasi Kelompok

Sebagai bagian dari hasil analisis, PKP Angkatan 2 Kelompok Genap memberikan satu rekomendasi berupa pembuatan alat ukur pencapaian kinerja aplikasi SISTARI dalam memberikan dampak perubahan pelayanan publik, misalnya melalui Survei Kepuasan Penggunaan Layanan berbasis digital.

Rekomendasi tersebut diarahkan agar pemanfaatan SISTARI tidak hanya dilihat dari keberadaan atau penggunaan sistem, tetapi juga dapat dikaitkan dengan dampaknya terhadap pelayanan publik.

STULA sebagai Pembelajaran bagi Organisasi

Melalui STULA ini, peserta memperoleh pembelajaran bahwa keberhasilan organisasi pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh regulasi, anggaran, maupun teknologi. Kepemimpinan yang mampu menggerakkan perubahan, target yang terukur, evaluasi yang terbuka, kolaborasi, serta inovasi yang dikelola secara berkelanjutan menjadi unsur penting dalam peningkatan kinerja dan pelayanan publik.

Hasil studi menunjukkan bahwa Bappelitbangda Kota Tangerang Selatan memiliki praktik yang dapat menjadi pembelajaran, khususnya dalam menghubungkan kepemimpinan, kinerja, perencanaan, riset, inovasi, dan pelayanan publik.

Pada saat yang sama, studi lapangan juga menunjukkan bahwa organisasi yang berkinerja baik tetap memiliki ruang untuk melakukan perbaikan, antara lain terkait keterbatasan jabatan fungsional, integrasi data, dan keselarasan dokumen.

Baca Juga:  Gelar FGD, Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Bagi peserta PKP, pengalaman tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan selama studi lapangan. Praktik-praktik yang diperoleh menjadi bahan refleksi untuk diadaptasi sesuai kebutuhan dan karakteristik organisasi masing-masing, termasuk dalam mendukung pelaksanaan proyek perubahan atau aksi perubahan di unit kerja peserta. (DM)

Editor : Dedi Malau

Berita Terkait

Gelar FGD, Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Gelar FGD, Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Peserta PKP Dalami Kepemimpinan Berbasis Kinerja dan Inovasi SISTARI

Berita Terbaru

Foto :  Janji Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, untuk menuntaskan perbaikan Jalan Veteran Pasar 9, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, September 2026 berujung kekecewaan. Proyek infrastruktur senilai Rp 4,9 miliar tersebut kini mangkrak dan memicu kemacetan parah hingga keluhan luas dari para pengguna jalan. (BM-red).

Hukum & Kriminal

Proyek Jalan Veteran Mangkrak, Gubsu Bobby Nasution ‘Diprank’ Bawahan

Selasa, 13 Okt 2026 - 11:07 WIB

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara, Irjen Pol Sony Irawan langsung bergerak cepat memperkuat sinergi antarlembaga penegak hukum. Kapolda Sumut melakukan kunjungan silaturahmi dan audiensi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Utara, Muhibuddin, S.H., M.H., di Kantor Kejati Sumut, Medan, Selasa (13/10/2026).

Hukum & Kriminal

Kapolda Sumut Temui Kajati Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Selasa, 13 Okt 2026 - 10:15 WIB

Foto : Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan.(BM-red).

Hukum & Kriminal

Kejaksaan Diminta Usut Dugaan Jual Beli Proyek di Medan

Selasa, 13 Okt 2026 - 09:44 WIB